235 Paket Panel Surya Kembali Didistribusikan Untuk Pengungsi Rohingya

PKPU Human Initiative kembali distribusikan 235 panel surya untuk para pengungsi Rohingya di camp pengungsian Jamtoli, Bangladesh (11/4/2018).

Pendistribusian kali ini adalah tahap keempat dari penyaluran sempurna 460 paket panel surya.

Panel surya ini berkhasiat bagi para pengungsi untuk kebutuhan penerangan di malam hari.

Panel Surya

Bantuan ini betul-betul diperlukan untuk memberi kenyamanan sebuah keluarga yang tinggal di dalam shelter berukuran 4 x 6 m.

Sementara di siang hari, menurut Relawan Kemanusiaan PKPU Human Initiative, Amir Mutar panel surya ini dapat menjadi sumber listrik yang bersumber dari sinar matahari.

“Sehingga panel surya ini dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kipas angin, sehingga dapat memberi kesejukan terutama bagi keluarga yang masih memilki bayi dan balita,” kata Amir dalam keterangannya, Jumat.

Selain kekuatan listrik ini, PKPU HI juga menyalurkan bantuan lain seperti paket 1 accu dengan kapasitas besar, 2 buah lampu neon ukuran 15 watt, dan 2 kipas angina bagi tiap-tiap KK. Yang semuanya ini adalah bantuan lampu pju dari donatur dan para pembaca media online seruji.co.id

Amir menjelaskan, apabila paket solar panel ini diberikan lewat mekanisme seleksi yang dijalankan oleh otoritas pemerintah yang menangani pengungsi setempat.

Dalam pendistribusiannya, PKPU Human Initiative dibantu oleh mitra lokal Bangladesh.

Para pengungsi juga diajari sistem pemasangan instalasi dan pengoperasiannya.

Terihat para penerima manfaat bersemangat ketika panel surya itu akan dipasangkan di shelter mereka.

ebenarnya, seperti dikutip dari Science Daily, beberapa tahun sebelumnya para ilmuwan dari Tiongkok telah memaksimalkan sistem agar panel-panel surya konsisten menghasilkan listrik di musim hujan.

Pada tahun 2016, tim peneliti dari Ocean University, China, telah menghasilkan listrik dari tetesan air hujan yang jatuh di panel surya lewat penambahan lapisan graphene.

Saat itu, para ilmuwan tersebut berdaya upaya bahwa mereka dapat memanfaatkan air hujan, yang hakekatnya tak murni air dan mengandung bermacam garam yang terbagi menjadi ion positif dan negatif.

Mereka menghasilkan kekuatan lewat reaksi kimia simpel, dengan menggunakan lembaran graphene untuk memisahkan ion berbobot positif di dalam hujan, termasuk sodium, kalsium dan amonium, dan pada akhirnya menghasilkan kekuatan.